Origami

November 20th, 2008  Tagged

Gw kemaren sempet buka-buka internet, cari-cari ada origami. Ada contoh beberapa petunjuk pembuatan origami.  Yang gw ambil ada pembuatan kupu-kupu, kelinci n anjing. Lucu deh.

Gw pas jam pulang kerja langsung buat kertas bentuk bujursangkar. Coba buat yang kupu-kupu. Lipet sana lipet sini. Belom ketemu juga gimana jadinya, akhirnya masih belom jadi sampe dijemput sama Daniel.

Pulang ke rumah diliat lagi gambarnya, cara ngebuatnya gimana diliat-liat sambil dibuat (ngelanjutin yang tadi). Setelah beberapa lama berkutat dengan kertasnya akhirnya ketemu juga de kunci-kuncinya. Jadi juga kupu-kupunya dengan banyak tekukan-tekukan kegagalan (namanya juga pertama kali, hahahaha alesan).

Trus hari ini di kantor, gw akhirnya buat origami kupu-kupu lagi (dengan lancarnya), kelinci n anjing. Gw kasih semuanya ke Bong. Kata Bong dia mau bebek…. gw bilang tar gw kasih burung… gw uda buatin burung ni n gw kasih ke dia. Bebek???? Hmmmm…. sebentar gw cari n gw kasih dia lagi. Tunggu aje ye…

“I love rainy day.”

November 19th, 2008

Hari Rabu, tanggal 19 November 2008. Ting-ting ultah.

Gw ada training WL di KTC, hari terakhir si, sebenernya buat bagi sertifikat tapi ternyata belum ditanda tangan, so harus ambil lagi lain hari. Hari ini yang dateng Kak Sherly Berhitu (sori kl salah penulisan nama, abis cuma sering manggil aja).

Trainingnya selesai jam 8 malam, gw jalan-jalan sebentar ke Matahari. Liat-liat ga ada yang berminat, ya kita pulang. Di tempat parkiran gw denger kalo diluar hujan… ya lumayan besar. Langsung de siap-siap pake jas hujan. Bener aja hujannya lumayan besar pas keluar KTC. Sampe rumah masih hujan. Hawanya enak banget…. karena ujan.

Kalo hujan gw ga tau kenapa seneng banget. Emang si kalo hujan terus-terusan ga terlalu bagus juga, bisa-bisa ga dapet sinar matahari n kalo mau pergi kemana-mana pasti susah palagi buat yang naik motor. But, I still love rainy day.

Gw dengerin suara hujan dari dalam kamar. Sambil tidur-tiduran. Tik tik tik…. hujannya ga terlalu besar tapi terus-terusan. Sebelum gw tidur pun masih hujan, ga tau berentinya kapan. Kalo denger bunyi hujan, rasanya ada perasaan asik. Tenang, seger, sejuk, nyaman, dingin. Brrrrr…… Gw ambil selimut, tutupin badan dengan selimut…. sedikit hangat…. lalu…. tidur.

Motor Jadul (nostalgia)

November 19th, 2008

Semangat!!

Kemaren malem tidur terlalu larut ni… jam 1 baru bobo. Bangun pagi-pagi melakukan rutinitas yang sama lagi, yaitu pergi ke kantor. Biasa, sekarang kan tiap pagi pasti dianter ma suami naik motor. Motornya pake motor Honda Supra X125D, uda motor keluaran baru lah, tahun 2000 an punya, milenium.

Jalanan tadi pagi yang dilewatin juga sama, pastinya tempat-tempat yang dilihat juga sama…. Mapple Park Apt, Jembatan layang PRJ, Mega Glodok Kemayoran, Katedral Mesias (Reformed Church), Gedung Pelni, Pasar, Golden Truly, Gedung Kesenian Jakarta, Kantor Pos Pusat, Gereja Katedral n Masjid Istiqlal, Istana Negara, Tanah Abang (TA) I, TA II, TA III, terakhir adalah kantor.

Tapi apa yang membuat perjalanan kali ini jadi berbeda?

Dalam perjalanan yang memakan waktu kira-kira 30 menit itu, gw melihat banyak sekali motor-motor keluaran tahun lama, kebanyakan tahun 1990an punya, yang model-model motornya bukan seperti keluaran tahun 2000an. Bentuknya uda rada kucel, ditambah lagi tadi malem abis ujan n jalanan becek, jadilah motor-motor jadul itu tambah keliatan tak terawat. Lucu deh, gw ngeliat motor jadul banyak banget, ga seperti hari-hari biasa.

Jadi keingetan dulu juga papa pake motor jadul banget, yaitu motor VESPA yang bodinya gede. Dengan naik motor itu gw dianterin sekolah, dianterin kemana-mana. Sampe akhirnya punya mobil, itu pun masih sering dianter pake motor Vespa. Gw inget waktu itu naik motor Vespa diboncengin di belakang n gw pake rok (kebayang donk ya..). Motor Vespa tersebut dijual karena memang uda ga terlalu kepake n ada orang lain yang lebih membutuhkan.

Selanjutnya…. Daniel sebelum punya motor Honda Supra X125D, pake motor (kalo ga salah Honda Supra Fit) yang bunyi knalpotnya memekakkan telinga. Tapi dulu pacaran gw diboncengin pake motor itu, hehehehe….. Akhirnya bli baru lagi motornya n bli mobil juga, motor lamanya dijual ke warung deket rumah.

Kalau liat motor-motor jadul itu rasanya mau ketawa… bentuk-bentuknya itu loh yang ngebuat jadi lucu…. ada yang sayapnya lebar, bentuknya kotak, bodinya gede, mesinnya gede, bodinya jelek, dll.  Kalo diliat dari bentuk n bodi motor, yang terbaru lebih ergonomis n lebih enak diliat. But, kl soal keempukan tempat duduknya, kayanya masih lebih asik yang motor jadul de, hehehehe……

“Berasal dari HATI??”

November 18th, 2008

Sekali waktu suami saya bercerita kepada saya. Hari itu dia pergi ke salah satu bank di Jakarta untuk mengambil uang. Pada saat dia akan melangkah masuk, ada satpam yang sudah berdiri membukakan pintu untuk dia. Satpam itu menyapa, “Selamat siang, Pak..” dengan suara lantang. Lanjut lagi satpam itu bertanya, “Ada yang bisa dibantu, Pak?”. Sumai saya hanya menjawab seadanya, namun dijawab oleh satpam tersebut, “Silahkan, Pak.” sambil tangannya menunjuk ke dalam.

Selama suami saya mengantri, tentunya ada beberapa orang yang keluar masuk bank tersebut. Dia mendengar salam, kata-kata dan ujaran dari satpam penjaga pintu tersebut. “Selamat siang, Pak.” “Ada yang bisa dibantu, Pak?” “Terima kasih, Bu.” “Terima kasih atas kunjungannya, Bu.” “Selamat jalan, Pak.” Kata-kata tersebut selalu berulang untuk orang yang keluar masuk bank dan diucapkan dengan nada dan intonasi yang monoton. Suami saya mendengar ucapan yang keluar dari mulut satpam tersebut, tertawa kecil. Dia juga menceritakan hal tersebut kepada saya dengan tertawa lebar. Saya pun setelah diceritakan langsung tertawa, dan saya menyarankan lain kali keluar masuk saja, pasti kata-kata yang sama yang akan diucapkan. Cape deh. Hahahaha…..

Ada lagi, suatu saat saya bersama suami pergi ke Bogor, kami makan di salah satu restoran yang cukup terkenal.Awal pertama kami menjejakkan kaki di teras restoran, sudah ada suasana nyaman. Kami mengambil tempat di tingkat dua. Setelah kami duduk, ada pelayan yang memberikan kami menu dan mencatat pesanan kami. Bukan soal makanannya yang membuat kami terkesan, tapi pelayanan dari restoran tersebut. Sebelum kami pulang, tentunya kami membayar terlebih dahulu, suami memberikan uang yang lebih dari harga yang ada di bon.

Ini Pak kembaliannya, mohon dihitung kembali.” kata-kata kasirnya diiringi dengan senyuman. “Terima kasih ya, Pak. Lain kali datang lagi. Hati-hati di jalan.” Kami pun berpisah dengan senyuman puas. Kami segera masuk ke mobil untuk balik ke Jakarta. Pada saat kami akan membayar uang parkir ke petugas parkir, petugas parkirnya menyatukan kedua telapak tangannya dan berkata, “Parkir gratis, Bos. Silahkan jalan, hati-hati di jalan.” Kami berdua tersenyum lagi, kami tambah terkesan lagi dengan pelayanan di restoran tersebut, rasanya puas sekali kami pergi kesana.

Saya berdua dengan suami segera membandingkan antara kedua kejadian di atas. Kami melihat perbedaan yang sangat mendasar dari pelayanan di kedua tempat tersebut. Kami merasakan kalau pelayanan satpam bank terkesan dipaksakan, namun pelayanan orang-orang di restoran berasal dari hati yang memang ingin memberikan kepuasan kepada orang yang datang. Kami langsung membandingkan dengan pelayanan kami kepada Tuhan. Kadang kami merasa terpaksa sehingga hati kami merasa terbebani, yang seharusnya…. pelayanan itu berasal dari hari, hati yang melayani Tuhan. (J)

Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”

I Petrus 4:10

Hai hai

November 18th, 2008

Hai hai…

wah kalau soal tulis langsung di blog uda lama banget ga dilakukan. Karena selama ini kalau nulis di word dulu baru copy paste ke blog. Rasanya gatel juga uda lama ga nulis di blog. Hehehe… kemaren itu copy paste beberapa artikel n puisi yang ditulis sendiri.  Ada artikel tentang empati dari Andy F. Noya yg benar-benar menggugah hati n mau dishare ke temen-temen lain. Ada beberapa comment. Baca ya n kalo bisa kasih comment juga. Semoga apa yang ditulis di sini menjadi berkat.

Nostalgia

November 18th, 2008

Aku mau belajar lagi sampai malam

Saat-saat tegangku untuk test akhir

Ya, terakhir di SMA

Semua akan berpisah

Walaupun dekat tapi tetap akan jauh

Hari-hari yang telah kulalui di bangku kecil itu

Dengan keceriaan

Dengan kesedihan

Dengan kegembiraan

Dengan ketegangan

Dan dengan kebersamaan

Semua akan terlewati

Seiring dengan hari-hari yang terus berlanjut

Ini memang harus berakhir sampai disini

Segala keceriaan

Segala kesedihan

Segala kegembiraan

Segala ketegangan

Dan segala kebersamaan

Entah itu akan terualang

Ataukah itu hanya menjadi suatu prasasti

Yang terpatri dalam setiap hati

Ataukan itu semua akan hilang

Dengan terbangnya angin

Sehingga tiada kenangan

Tiada ingat

Tiada setitik tempat di hati

Segala keceriaan

Segala kesedihan

Segala kegembiraan

Segala ketegangan

Dan segala kebersamaan

Yang telah lalu

CC

01-06-2001, setengah 1 pagi

Toex: teman-teman di Gandhi School kelas III IPA2

“Thank u for the best time I’ve ever had”

Bulan Juni

November 18th, 2008

Bulan Juni

Semua bercampur baur

Senang, sedih, jengkel, hilang

Senang…

Semua sudah beres

Semua lulus

Semua bersenang-senang

Pergi bersama-sama melewati hari-hari terakhir

Hari-hari yang hanya akan jadi kenangan

Sedih…

Hari-hari itu sudah terleewati

Selama yang sudah dijalani

Kenangan-kenangan indah yang hanya bisa diingat

Saat berpisah

Saat terakhir

Saat kehilangan cerita indah

Jengkel…

Merasa marah dalam hati

Merasa lelah dan capai dalam menjalani bulan ini

Merasa benci dengan segalanya

Rasa ini meluap-luap penuh emosi

Emosi yang harus diampuni

Hilang…

Setelah satu atau dua atau tiga tahun terlewati

Saat inilah saat kehilangan, kosong dan hampa

Dimana hari-hari yang dilewati dengan keriangan

Sekarang sudah hilang

Sekarang hanya jadi sebagian kisah hidup

Sekarang hanya kenangan

Semua begitu cepat berlalu

Senang, sedih, jengkel, hilang

Saat-saat indah

Merasa terlewati segala yang indah

Sekarang ditutup oleh lembaran biru nan indah

Di bulan Juni yangmelelahkan namun indah

CC

28-06-2001, pk. 22.30

Bulan yang melelahkan dimana segalanya berjalan dengan cepat dan tau-tau semua sudah berakhir

To: All my friendz at Gandhi School n BTG

“It’s over and from now on we should face another thing. Bye my friendz.”

Bangkitlah dan Jadilah Terang

November 18th, 2008

“Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” YESAYA 60:1-3

Coba kita bayangkan saat ini… kita sedang berada di rumah tiba-tiba lampu dari PLN pusat dimatikan semua… dan pada saat kita mencari-cari senter atau lilin ternyata tidak ada. Apa yang dilihat? Apa yang bisa dilakukan?

Tentunya yang dilihat hanya kegelapan yang pekat. Kita tidak bisa melihat apa-apa karena untuk melihat kita memerlukan cahaya. Kita mungkin hanya bisa berdiam diri saja, meraba-raba untuk berjalan supaya tidak terantuk dan jatuh

Lalu satu lagi… kita tutup kedua mata kita. Apa yang dilihat? Pastinya hanya kegelapan. Sama seperti mati lampu tadi, kita tidak bisa melihat apa-apa dan berjalan dengan meraba-raba.

Sekarang.. bagaimana kalau bumi ini tidak ada matahari, bulan, bintang dan tidak ada penerangan apapun? Wah mungkin kita bisa saling bertabrakan pada saat jalan dan kita pasti tidak bisa berbuat apa-apa.

Seperti juga kita, dahulu hidup dalam kegelapan. Kita tidak mengetahui kebenaran dan hidup jauh dari Allah. “Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi dan kekalaman menutupi bangsa-bangsa” Yesaya 60:2a. Namun saat ini kita sudah merdeka di dalam Tuhan, melalui kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Ia sudah menanggung segala dosa kita dan kita sudah dibawa dari kegelapan kepada terang. “tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu” Yesaya 60:2b.

Nah… sekarang apa yang akan kita perbuat setelah kita berada dalam terang?? Bukan hanya diam-diam saja tentunya. Salah satu orang yang disembuhkan Tuhan Yesus dari kebutaannya tidak hanya berdiam diri setelah dia menerima kesembuhan, tetapi dia segera pergi menceritakan apa yang telah dia alami. Begitu juga kita, kita telah menerima keselamatan, tentunya kita tidak akan berdiam diri saja. Banyak hal yang bisa kita lakukan di dalam kebebasan. Kita bisa mengabarkan Injil, melayani di gereja, melayani di pekerjaan kita, dll. Intinya kita harus bangkit, tidak berdiam. Kita juga harus menjadi terang dimanapun kita ditempatkan oleh Tuhan sekalipun itu di bidang sekuler. “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu.” Yesaya 60:1.

Kalau kita menjadi terang dimanapun kita berada pastinya terang itu akan memancar kemana-mana dan terang itu menjadi nyata disekekeliling kita. Mungkin tanpa kita sadari, orang-orang disekeliling kita yang belum mengenal Tuhan Yesus akan mengenal Dia dan akhirnya percaya kepada Dia. Orang-orang yang telah melihat Yesus dalam hidup kita akan datang dengan sendirinya untuk mengenal Yesus Kristus tanpa kita injili. “Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.” Yesaya 60:3.

Ok, friends… jadi kita yang sudah memiliki kelepasan dalam Tuhan Yesus tidak akan berdiam diri saja. Kita mau bekerja giat melayani Tuhan dan memancarkan terang Tuhan dimanapun kita berada. Kita harus memiliki hati yang rindu untuk terang itu bukan hanya kita yang memiliki tapi juga orang-orang yang masih berada dalam kegelapan. (J)

Kehidupan yang Merdeka

November 18th, 2008

“Merdeka atau mati?!”

Pernah dengar seruan seperti itu? Pasti pernah donk ya. Apalagi kalau kita pernah belajar tentang sejarah perjuangan para pahlawan Indonesia. Mereka mempunyai prinsip dalam perjuangan mereka adalah merdeka atau mati. Pilihannya hanya 2, para pahlawan mati atau berjuang terus untuk kemerdekaan Indonesia dari penjajahan. Coba dipikirkan, kita maunya merdeka atau mati? Pastinya mau merdeka, karena kematian itu digambarkan sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan. Kematian berarti tidak hidup lagi, hilang nyawa. Merdeka berarti bebas dari tekanan, bebas dari penjajahan, tidak terikat.

Sekarang Indonesia sudah berada dalam situasi merdeka dari penjajah. Kita juga merayakan hari kemerdekaan Bangsa Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Apa yang bisa kita renungkan dari kemerdekaan Indonesia? Bagaimana dengan diri kita, apakah kita sudah menjadi manusia yang merdeka? Merdeka dari apa?

Kita harus merdeka dari dosa sehingga dari kemerdekaan itu kita memperoleh kehidupan. Kita akan sama-sama melihat dari Roma 8:1-14.

Hidup kita dahulu adalah di dalam dosa, ada dosa asal yang kita sandang dari lahir. Karena dosa itulah kita akan mati. Kita hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging, hidup berseteru dengan Allah, tidak berkenan kepada Allah dan berujung kepada maut. Beberapa perbuatan daging dijabarkan pada Galatia 5:19-21a yaitu percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, … dan sebagainya. Jadi bagaimana kita bisa merdeka?

Tuhan memberikan jalan keluar yang terindah melalui Anak-Nya yang tunggal, yaitu Yesus Kristus. Yesus diutus oleh Bapa-Nya untuk datang ke dunia menjadi sama dengan manusia (namun Ia tidak berdosa) supaya hukuman dosa yang seharusnya kita tanggung, ditanggung oleh Yesus Kristus. Jadi kita sudah dimerdekakan dari hukum dosa dan hukum maut. Sekarang yang menjadi bagian kita adalah kita mengaku dengan mulut kita bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan percaya dalam hati bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat kita (Roma 10:9).

Namun tidak sampai disitu saja, Tuhan juga memateraikan kita dengan Roh Kudus (Efesus 1:13b). Roh Kudus diam di dalam hidup kita, sehingga kita tidak lagi hidup menurut daging melainkan menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh sehingga kita hidup dan merasakan damai sejahtera. Kita juga harus hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Bagaimana hidup dipimpin oleh Roh Kudus? Bagaimana kita bisa dipimpin oleh Roh Kudus?

Hidup dipimpin oleh Roh Kudus adalah membiarkan hidup kita dibimbing oleh Roh dalam kebenaran Firman Tuhan. Jadi, kita harus membangun pesekutuan dengan Roh Kudus melalui doa dan pembacaan Firman Tuhan setiap hari sehingga kita dapat mengetahui kebenaran. Hidup kita juga akan dipenuhi oleh buah Roh yaitu kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri (Galatia 5:22-23a). Dan pada akhirnya kita akan mengalami kehidupan yang merdeka dari dosa. (J)

Mau Diberkati??

November 18th, 2008

Sekali waktu, seorang pendeta tamu datang untuk memberikan khotbah di gereja. Kalo soal nama, saya lupa. Ada satu cerita dari pengalaman pendeta tersebut yang selalu saya ingat. Saya juga lupa dia berkhotbah tentang apa, tapi entah kenapa cerita tersebut diceritakan pada saat dia berkhotbah. Pendeta tersebut bercerita, “Saya pernah bilang kepada istri saya. Mari buktikan, kamu tidak membayar perpuluhan, saya akan bayar perpuluhan saya.” Ternyata yang lebih diberkati dalam pekerjaan adalah pendeta tersebut (dulu dia bekerja). Saya selalu teringat akan cerita singkat tersebut walaupun khotbah itu sudah disampaikan beberapa tahun yang lalu. Pada saat saya teringat cerita tersebut, saya teringat untuk membayar perpuluhan setiap bulannya.

Sekali lagi saya diingatkan masalah perpuluhan pada saat mengikuti SPK(Saya Pengikut Kristus). Kalo di SPK, bukan terbatas hanya perpuluhan tapi keuangan seluruhnya. Judul materinya “Keuangan yang Merdeka”. Di dalamnya juga ada soal perpuluhan sih.

Kalo boleh mengambil materi SPK, saya diingatkan untuk SETIA MENGATUR, SETIA MENERIMA, SETIA MEMBERI. Ternyata yang berhubungan dengan uang bukan hanya soal memberi, tapi juga mengatur dan menerima. Ada beberapa orang yang saya tau mereka setia memberi bahkan banyak namun tidak setia mengatur, mereka terbelit hutang.

SETIA MENGATUR. Saya belajar untuk mengatur uang saya, dalam hal pengeluaran dan pemasukan. Saya diingatkan untuk tidak diatur oleh uang, karena kalau uang yang mengatur maka saya akan mengejar-ngejar uang. Saya mau uang yang mengejar-ngejar saya, hahahaha… Semua juga mau kan?

SETIA MENERIMA. Ternyata menerima juga harus setia, karena tanpa saya menerima saya tidak dapat memberi. Saya diingatkan untuk berdoa, rajin dan kreatif. Menerima bukan hanya diam-diam saja, lalu uang akan datang ke saya dengan sendirinya. Saya pun pastinya diajar Tuhan untuk bekerja supaya mendapatkan uang atau mungkin dengan cara-cara yang kretif (membangun bukan merusak).

SETIA MEMBERI. Persembahan yang selama ini saya berikan ternyata bukan hanya persembahan persepuluhan saja. Ada persembahan persepuluhan dan ada persembahan khusus. Persembahan khusus contohnya adalah persembahan yang kita berikan pada saat ibadah tiap minggunya atau kita memberikan persembahan kepada hamba-hamba Tuhan untuk memperluas Kerajaan Allah, dll. “Persembahan persepuluhan seperti pagar yang melindungi ‘ladang’ kita dan persembahan khusus seperti benih yang ditanam untuk menghasilkan buah.” Itu yang ditulis pada buku SPK.

Cara pandang saya terhadap uang segera berubah. Saya bersyukur karena saya masih bisa bekerja dan Tuhan mempercayakan saya untuk mengatur, menerima dan memberi dari apa yang saya punya, salah satunya uang saya. (J)

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Lukas 16:10